Nama : Ummu Qonitah Hanifah Sulasmono
Nama individu : biokimia
Gugus : Pendem (22)
Program Studi : Ilmu Gizi
Analisis Biokimia
Minyak Kelapa Hasil Ekstraksi secara Fermentasi
Buah kelapa menjadi salah satu sumber makanan sejak jaman
dahulu. Buah ini sangat melekat dan tidak bisa dipisahkan dari kehidupan
masyarakat indonesia. daging buah kelapa merupakan salah satu buah yang
mengandung sumber nutrisi yang penuh santan dan terasa gurih. Pada sebagian besar kepulauan di Indonesia,
kelapa merupakan sumber pangan yang telah dikonsumsi sejak puluhan bahkan
ratusan generasi (prior et al., 1981). ada
banyak cara dalam mengekstrasi daging dari buah kelapa, yaitu secara fisika,
kimi, dan fermentasi. Pada proses tradisional melalui cara fisika (pemanasan)
akan menghasilkan minyak dengan kualitas rendah karena kandungan air yang
tinggi menyebabkan minyak berbau tengik (che-man et al., 1996). Ekstraksi dengan
cara kimia dapat menyebabkan penurunan kualitas beberapa unsur nutrisi penting,
antara lain asam laurat dan tokoferol serta menyebabkan tingginya bilangan
peroksida (PDII-LIPI, 1998). Minyak kelapa dengan cara fermentasi (femikel)
memiliki banyak kelebihan diantaranya yaitu dapat bertahan lama, tidak berbau
tengik dan hampir tanpa kandungan kolesterol.
Kelebihan dari proses ekstraksi secara fermentasi
dibandingkan dengan cara lain yaitu dapat diproduksi secara praktis, menghemat
bahan bakar, tingkat ketengikan lebih rendah dengan daya simpan yang dapat
bertahan lama, emiliki aroma yang harum, dan bebas dari kandungan senyawa kolesterol
(Rosenthal dan Niranjan, 1996; Sulistyo et al., 1999). Secara biologi, femikel
lebih aman dan menguntungkan dibanding minyak tradisional yang diproduksi dari
kopra, karna dapat mencegah terjadinya infeksi
oleh serangga dan jamur penghasil aflatoksin yang berpotensi menimbulkan
keracunan. Proses ekstraksi minyak
secara fermentasi melibatkan enzim enzim
pemecah emulsi santan. Aktivitas enzim dipengaruhi oleh konsentrai subtrat,
kosentrasi enzim, pH, suhu dan lamanya reaksi enzimatik. Biakan mikrobia yang
digunakan diharapkan memiliki aktivitas proteolitik, amilolitik, dan lipolitik
yang berperan dalam menghidrolisis protein, karbohidrat, dan lemak (Ishwanto,
2001). Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji kemampuan enzimatik dari
biakan mikrobia untuk mengekstraksi minyak kelapa secara fermentasi.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Santan diperoleh dari
kelapa yang tua karena kandungan kalori dan lemaknya mencapai maksimal sehingga
sangat membantu proses pemisahan dan rendemen minyak yang diperoleh juga lebih
banyak dibandingkan kelapa muda. Kadar protein terbesar terkandung dalam
endosperm (daging buah) kelapa setengah tua, sedangkan kelapa tua mengandung
kadar protein, kolesterol dan FFA yang paling rendah. alam fermikel hanya
sedikit terkandung kolesterol. Melalui
proses fermentasi, ekstraksi minyak diperoleh dengan cara memecah ikatan
protein yang berperan sebagai stabilisator emulsi. Fermentasi santan kelapa terjadi
karena adanya peranan mikrobia dalam santan kelapa. Mikrobia tersebut
menghasilkan enzim protease yang menghidrolisis protein menjadi polipeptida.
Di desain oleh : YATI SUDARYATI SOEKA, JOKO SULISTYOj, ELIDAR NAIOLA
Komentar
Posting Komentar